Wanita Dan Rok Mini

WANITA DAN ROK MINI

Sesuatu yang tidak asing lagi dari rok mini memang pakaian wanita
Semua orang juga tau kalau rok mini memang bukan untuk laki-laki
Bicara aurat wanita jelas-jelas sebahagian besar umat muslim tau batasannya
Namun…andai dipakai pria pun tetep saja keliatan aurat laki-laki… apalagi dipakai wanita..

Tapi apa mau dikata batasan tinggal batasan,larangan tinggal larangan tetap saja jaman ini sulit untuk katakan haram…
Sebab saat seseorang mengatakan haram terhadap rok mini…rata-rata mendapat penentangan dan lain-lain,misalnya..:
- Aaah itukan urusan pribadi mau aurat ke mau telanjang ke kan urusan saya….
- Emansipasi mas…urusin aja istri mas jangan sibuk ngurusin orang…
- Jangan bawa-bawa agama mas…

Naudzubillah…

—————-
Ov syihab
……………….



Mengapa 1 Syawal Berbeda ?

Sebagai umat islam kita sering dihadapkan dengan perbedaan dalam hal tatacara beribadah,baik ibadah fardhu ataupun ibadah-ibadah sunah,hal ini akan terus terjadi dan tak bisa kita hindari,namun yang terbaik adalah bagaimana kita menyikapi hal ini dengan bijak dan tidak menonjolkan ego masing-masing kelompok baik secara organisasi maupun individu yang berkepentingan dengan umat secara langsung sebab umat kebanyakan (awam) akan dibuat bingung dan penuh dengan tanya dan pertanyaannyapun bervariasi,dari mulai yang wajar atau biasa-biasa saja hingga yang membuat tercengang bahkan merugikan umat itu sendiri. misalnya :

1. Ikut pendapat yang mana ya ?

2. Yang bener yang mana sih ?

3. Beda sih gak apa-apa tapi kok pada saling mengecam ?

4. Mengapa 1 Syawal berbeda sih ?

Disinilah kelemahan para pemimpin umat yang tidak menjadi teladan untuk umat kebanyakan ( awam ),seharusnya berilah penjelasan yang menyentuh dan meredam timbulnya pertanyaan umat yang awam hingga mampu mendidik untuk menyikapi perbedaan dengan senyuman.

Sebuah hadits :

Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal)dan berbuka(tidak berpuasa)karena melihatnya pula.dan jika awan(mendung)menutupi kalian,maka sempurnakanlah hitungan bulan sya’ban menjadi tiga puluh hari ( Bukhari Muslim)

dalam hadits diatas sebagai rujukan cara menentukan mulai atau berakhirnya bulan ramadhan yang tentunya berawalnya bulan syawal dengan metode ru’yah ( ru’yatul hilal) melihat hilal, ada pula yang menggunakan metode hisab ( perhitungan) keduanya bisa digunakan sebagai rujukan tata cara mengetahui dan menentukan datang dan berahirnya bulan ramadhan.

Secara sederhana sebenarnya sudah bisa kita ambil kalimat “”maka sempurnakanlah hitungan bulan sya’ban menjadi tiga puluh hari”" ini sudah sangatlah jelas untuk menghilangkan keraguan dalam melihat hilal tentu kita bisa ambil yang pasti untuk menggenapkan 30 hari.

Dalam hal ini yang paling utama adalah penjelasan para pemimpin baik yang menggunakan metoda ru’yat ataupun hisab sebaiknya menjelaskan dengan saling menghargai pendapat yang lain guna mendidik umat yang awam bisa memilih dengan senyuman.

mengapa terjadi pertanyaan dari kalangan umat..? tentunya kurangnya penjelasan secara legewo para pemimpin dan enggan mengungkapkan kalimat penyejuk.padahal umat hanya cukup dengan kalimat yang menyejukan dengan saling menghargai pendapat pemimpin umat yang lain dan tidak memberikan sikap arogan yang akan membuat semakin bingung umat.berilah contoh yang baik buat umat sebab perbedaan seperti ini tentu akan selalu terjadi baik dalam hal ini ataupun ibadah yang lainnya.

 

 

………………….

ov syihab

___________

Memanfaatkan Ilmu Atau Mengamalkan...?

Pertanyaan...????

**** Memanfaatkan ilmu atau mengamalkan ilmu ?

#### Owwh...tentunya memanfaatkan dalam gelap untuk penerang...Dan mengamalkan untuk     menerangi yang masih gelap....

**** Owwh...itumah semua orang juga faham....

#### Baiklah...bagaimana kalau yang tidak mengamalkan namun mengamankan juga memanfaatkan...?

Misal : seseorang sebagai ahli dalam suatu bidang karena keilmuannya yang menjadikan dia seorang ahli,namun ahli juga dalam menutup rapat ilmunya tetapi bagi dia sangat bermanfaat  untuk mata pencaharian,sebab pola fikirnya “” jika orang lain tau tatacara dan lain sebagainya bisa-bisa punya saingan dan omzet menurun “”.

Walau hidup itu memang persaingan dan kompetisi baik berlomba-lomba dalam kebaikan atau berlomba-lomba menumpuk amal baik untuk bekal kelak di akhirat,namun hal seperti ini terkadang sering kita jumpai dalam kehidupan disekitar kita.

#### Mana **** ?

#### Loh kok diajak diskusi malah pergi....ya sudahlah... baru nulis sedikit gak apa2...sedikit asal manfaat kale...sebab Allah suka dengan amalan bukan banyaknya tapi kekalnya meskipun sedikit...

 

....................

Ov Sy_ihab

----------------

Arti Kegadisan Saat Ini

Apa yang kita rasakan disaat akhir-akhir ini survey membuktikan…..?

Yang katanya 51% remaja jabotabek sudah berhubungan sex  pra nikah….???

Juga dikota-kota lain……….:(

Apakah kita merasa terkejut….?

Apa kita merasa tergoncang….?

Apa biasa-biasa saja seolah biarkan berjalan….?

Na’udzubillah…..

Bukankah kita semua tau…bahkan semua berdebat…ini jina mata,jina telinga,dan lain lain….

Tapi didepan mata kita anak-anak kita saudara-saudara kita malah masa remajanya sudah ada dititik yang paling kritis dan menghawatirkan…..hingga lebih separo remaja kita yang nyata-nyata pewaris masa depan sudah tidak menghiraukan norma-norma agamanya….astagfirullah…..

Apa yang akan terjadi kelak 10 s/d 20 tahun yang akan datang mereka adalah ibu-ibu masa yang akan datang…..

Apakah seperti ini generasi muda kita yang mayoritas beragama islam…?

Sekalipun hamba yang awam dan tidak suci….tapi untuk hal ini….hamba  masih merasa  terguncang……

Lebih sedih lagi hingg ada artikel  yang mengatakan hubungan sex pra nikah tak ada hubungannya dengan moral……subhanallah……

Apa yang harus kita lakukan sekarang…..? entahlah….

Semoga hati seorang muslim merasa TERGUNCANG dengan hal ini sebab hamba yang bodoh pun berharap jangan sampai harus ALAM yang mengguncang dan bergetar…..agar kita baru merasakan GUNCANGAN……

Segala puji bagi Allah…Tuhan semesta Alam…..

“”semoga yang sebenarnya lebih baik dari survey””

…………………………

Ov syihab

--------------------

"" BERAPA ...??? MENGAPA...???

Berapa usia kita sekarang....??? ayo sebut...??

jawabnya tentu :

owh...aku 15 tahun...

aku 20 tahun....

owh...aku diatas 30 tahun....

 

ok...makasih semoga usianya barokah.....

 

Sudah bisa apa saja dan berbuat apa saja.....??

jawabnya tentu :

owh aku sudah bisa nyari uang sendiri....

aku bisa 7 bahasa loh...keren kan....

owh...apalagi aku...serba bisa dan serba tau...tapi bukan serba salah....

 

ok...hebat semua...juga aku yang nulis....hehe

 

Sudah berapa raka’atkah kita shalat....??

Jawabnya tentu :

-owh...aku sudah sejak usia 7 tahun....

-aku juga sejak kecil.....

-aku juga sama...anggap saja 17x350x25 = 148.750 kali (usia 25 tahun)

-wah...aku gak bisa ngitung saking banyaknya.....

 

ok ok ... benar-benar hebat semua....hingga ratusan ribu...:)

 

Sudah berapa kali melakukan dengan khusu,dengan faham makna dan arttinya....???

jawabnya variasi :

-owh...gak tau coz khusu kan sulit...contoh khusu tuh kayak sahabat nabi sedang shalat di cabut anak panah ditubuhnya hingga tak terasa dicabut.....seperti itu aku belum bisa......:(

-aku juga hapal bacaannya tapi terjemahannya enggak tau hanya dikit-dikit....:(

-aku sih lumayan hapal dikit-dikit deh...

-owh kalo aku malah lebih hapal novel dll walau baca engga ribuan kali hingga titik dan komanya tau.....:(

 

ok..ok...yang nulis juga sama....seperti kebanyakan orang....ahirnya penulis mikir dan nulis...gini tulisannya...:

 

Shalat dilakukan setiap hari dengan waktu yang sama,bacaan yang sama,kiblat yang sama,dll dengan melakukannyapun hingga ribuan kali....!!!!

logikanya kita tuh seharusnya sudah sangat faham betul,memaknai betul dan mengerti banget....

sebaiknya  jika kita baca bacaan shalat memang seharusnya mengerti apa yang kita baca....

sebab logikanya jika kita baca koran saja tidak faham apa yg kita baca.....bukankah kita tidak sadar dengan bacaan itu...???

 

Yang nulis juga binun....

 

jangan-jangan selama ini shalat kita dalam keadaan tidak sadar....coz terjemahannya saja tidak tau.....:(

 

Yang nulis tambah puyeng...

 

coz yg nulis tau kata temennya : kalo orang tidak sadar kata dalil gak boleh shalat sebab contoh tidak sadar adalah mabuk......

masa kita selama ini mabuk......

 

yang nulis makin oleng....

 

karena makin oleng saja...yang nulis takut gubrak...akhirnya yang nulis rada dikit sadar....

karena rada sadar maka mualilah bellajar lagi shalat dengan meningkatkan kualitasnya....

sebab tak ada kata terlambat untuk belajar....

semoga sahabatku semua makin baik kualitas shalatnya.....

apapun amalannya,kapanpun matinya,dimanapun dikuburnya......tetap saja sama pertanyaannya kelak....

""Shalat""

 

----------------------

ov syihab

......................